Review Film "Special Forces"







Judul              : Special Forces
Pemain     : Diane Kruger, Djimon Honsou, Benoit Magimel, Denis Menochet, Raphael Personnaz, Alain Figlarz, Mehdi Nebbou, Mariuz, Raz
Sutradara    : Stephane Rybojad
Tahun            : 2011


Elsa Casanova (Diane Kruger), seorang jurnalis berkebangsaan Prancis disandera pemimpin Taliban, Ahmed Zaief (Raz Degan). Sebelumnya Elsa mewawancari seorang perempuan, Maina yang berkaitan dengan Zaief. Karena ingin menyelamatkan Maina, Elsa pun kemudian mencari informasi tentang keberadaan Zaief. Sebelumnya, Amin (Mehdi Nebbou) mengingatkan Elsa agar tidak melanjutkan misinya, tapi akhirnya Elsa bersikukuh dan ditangkap Taliban.

Untuk menyelamatkan Elsa dari kekejaman Taliban yang tak tanggung-tanggung membunuh, pemerintah Prancis mengirimkan pasukan khusus untuk menyelamatkan Elsa. Enam orang diterjunkan menggunakan helikopter dan terjun payung. Misi penyelamatan pun dimulai. Satu tim pasukan khusus tersebut beranggotakan enam orang yang dipimpin oleh Kovac (Djimon Honsou), beranggotakan Tic Tac (Benoît Magimel), Lucas (Denis Menochet), Victor (Alain Figlarz), Marius (Marius) ditambah Elias (Raphael Personnaz) yang berasal dari Komando Angkatan Udara alias Commando Parachutiste de L’Air yang bertindak menjadi penembak jitu. Berhasilkan mereka melumpuhkan Taliban dan menyelematkan Elsa?

Dari percakapan antara Elsa dan Zaief diketahui bahwa ternyata Zaief adalah lulusan Universitas Cambridge, tapi tak diceritakan bagaimana kisahnya kemudian Zaief menjadi kaum fundamentalis dan bergabung dengan Taliban. Kekejaman Taliban yang digambarkan dalam film ini tidak hanya kepada tim yang menyelamatkan Elsa, tapi juga kepada warga sebuah desa di kawasan pegunungan yang telah berusaha menolong Elsa dan tim penyelamat ini. Zaief pun mendatangi desa tersebut dan menembaki warganya. Akhirnya tim ini juga turun tangan menyelamatkan warga.

Tak hanya harus melawan tentara Taliban yang jumlahnya lebih banyak, tim ini juga harus melewati medan yang cukup berat, gunung bersalju dan tebing-tebing yang curam untuk sampai di perbatasan Afghanistan dan Pakistan. Di sanalah markas pasukan Prancis menunggu. Film yang menggunakan Bahasa Inggris dan Prancis ini didedikasikan untuk tentara Perancis yang gugur di Afghanistan dan semua wartawan perang yang mengambil resiko meliput di wilayah konflik. Salut untuk Elsa Casanova. Selamat menonton!


Comments